Sejarah hari sumpah pemuda indonesia

Kekalahan pemberontakan komunis dan kemunduran awal Sarekat Islam meninggalkan jalan terbuka bagi sebuah organisasi nasionalis baru, dan pada tahun 1926 sebuah “klub studi umum” didirikan di Bandung, dengan seorang insinyur yang baru lulus, Sukarno, sebagai sekretarisnya. Klub mulai membentuk kembali gagasan nasionalisme dengan cara yang dihitung untuk menarik elite kota baru di Indonesia. Setelah kegagalan gerakan Islam dan komunisme berbasis ideologis, pemikiran nasionalis diarahkan hanya pada gagasan perjuangan kemerdekaan, tanpa prasyarat terhadap tatanan politik atau sosial tertentu sesudahnya. Tujuan seperti itu, diyakini, dapat menarik semua orang, termasuk Muslim dan komunis, yang setidaknya bisa mendukung perjuangan bersama untuk merdeka, bahkan jika mereka secara mendasar menentang apa yang harus diikuti. Nasionalisme, dalam pengertian ini, menjadi gagasan bahwa Sukarno muda digunakan sebagai basis upayanya untuk menyatukan beberapa aliran perasaan antikolonial. Gagasan dari Klub Studi Bandung diperkuat oleh arus pemikiran yang berasal dari pelajar Indonesia di Belanda. Organisasi mereka, yang direstrukturisasi pada tahun 1924 di bawah nama Perhimpunan Indonesia (Indonesian Union) yang sadar akan diri sendiri, menjadi pusat pemikiran nasionalis radikal, dan pada pertengahan 1920-an siswa yang kembali dari Belanda bergabung dengan kelompok- kelompok yang berpikiran di rumah

Nasionalisme baru ini mewajibkan sebuah organisasi baru untuk berekspresi, dan pada bulan Juli 1927 Asosiasi Nasionalis Indonesia, kemudian Partai Nasional Indonesia (PNI), dibentuk di bawah kepemimpinan Sukarno. PNI didasarkan pada gagasan noncooperation dengan pemerintah Hindia Belanda dan dengan demikian dibedakan dari kelompok-kelompok tersebut, seperti Sarekat Islam, yang siap untuk menerima keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat. Sukarno, bagaimanapun, sambil berusaha menciptakan basis dukungan massa untuk PNI, juga berusaha beberapa keberhasilan untuk bekerja sama dengan para pemimpin moderat dan berhasil membentuk sebuah asosiasi organisasi nasionalis yang berbasis luas, meski agak genting.

Sentimen nasionalis bergema di luar partai politik. Pada tanggal 28 Oktober 1928, sejumlah perwakilan organisasi pemuda mengeluarkan Sumpah Pemuda yang bersejarah, di mana mereka bersumpah untuk hanya mengenal satu tanah air Indonesia, satu orang Indonesia, dan satu bahasa Indonesia. Itu adalah peristiwa penting dalam sejarah negara ini dan juga dianggap sebagai momen pendiri bahasa Indonesia.

isi teks sumpah pemuda

Sumpah Pemuda

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Ikrar Sumpah Pemuda Tanggal 28 oktober 1928 semakin menguatkan rasa persatuan bangsa indonesia dari sabang sampai marauke. Sejak saat itu setiap tahun peringatan hari sumpah pemuda terus dilaksanakan sampai hari ini dengan berbagai bentuk acara kegiatan untuk mengingat kembali sejarah bagaimana pemuda dan pemudi bangsa ini pernah berikrak dan bersumpah untuk terikat pada satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Tulisan isi teks asli ikrar sumpah pemuda

ISI SUMPAH PEMUDA ASLI

Pertama :
Kami poetra dan poetri Indonesia,
Mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea :
Kami poetra dan poetri Indonesia,
Mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga :
Kami poetra dan poetri Indonesia,
Mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sejarah hari sumpah pemuda

Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum (secara intrumental dengan biola atas saran Soegondo berkaitan dengan kondisi dan situasi pada waktu itu. Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.

Pada akhir tahun 1929, Sukarno ditangkap bersama beberapa rekannya dan diadili, dihukum, dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Dia dibebaskan pada akhir tahun 1931, namun saat itu gerakan gabungan yang dia bantu ciptakan telah mulai hancur. PNI membubarkan diri dan direformasi sebagai Partindo. Sejumlah kelompok lain berkumpul untuk membentuk sebuah organisasi baru, yaitu Indonesian National Education Club, yang dikenal sebagai PNI Baru. Sementara Partindo melihat dirinya sebagai partai massa di garis PNI lama, PNI Baru, di bawah kepemimpinan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, yang bertujuan untuk melatih kader yang dapat mempertahankan kepemimpinan gerakan yang berkelanjutan seandainya pemimpinnya ditangkap.

Pada tahun 1933 Sukarno ditangkap lagi dan diasingkan ke Flores; Ia kemudian dipindahkan ke Bengkulu di Sumatera bagian selatan. Tindakan represif mengikuti para pemimpin partai lainnya, termasuk Hatta dan Sjahrir, yang juga diasingkan. Pada tahun 1930-an para pemimpin nasionalis dipaksa untuk bekerja sama dengan Belanda, dan partai-partai moderat seperti Parindra menerima keanggotaan Dewan Rakyat. Pada tahun 1937 sebuah partai yang lebih radikal, Gerindo, dibentuk, namun dianggap mendukung Belanda melawan ancaman Sosialisme Nasional (Nazisme) yang lebih penting daripada masalah kemerdekaan.

Perang Dunia II mengubah situasi. Jatuhnya Hindia Timur ke Jepang pada awal tahun 1942 membuat kontinuitas peraturan Belanda dan menyediakan lingkungan yang sama sekali baru untuk kegiatan nasionalis.

Pada tanggal 28 Oktober 1949 pertama kali diperingati sebagai hari diperkenalkan himne nasional “Indonesia Raya”. Wage Rudolf Supratman (9 atau 19 Maret 1903 – 17 Agustus 1938) adalah pengarang lagu kebangsaan Indonesia, “Indonesia Raya”, dan pahlawan nasional Indonesia.